Pangkalan Militer Rusia Baru, 12 Dibangun setelah Invasi ke Ukraina
Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu. (Wikimedia Commons/Mil.ru/Ministry of Defence)

Bagikan:

MEDAN - Negara Rusia memastikan akan memperkuat pasukannya di dekat perbatasan negara-negara Barat, seiring dengan pendaftaran Finlandia dan Swedia sebagai anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Hal tersebut ditegaskan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu yang mengatakan pada Hari Jumat, langkah Finlandia dan Swedia untuk bergabung dengan NATO adalah bagian dari peningkatan ancaman militer di dekat perbatasan barat Rusia. Sehingga, Rusia mengambil "tindakan pencegahan yang memadai".

12 Pangkalan Militer Dibangun Rusia

Dia mengatakan Rusia akan merespons dengan membentuk 12 unit dan divisi di distrik militer baratnya, dan sedang bekerja untuk meningkatkan kekuatan tempur pasukannya.

"Ketegangan terus meningkat di zona tanggung jawab Distrik Militer Barat. Kami mengambil tindakan pencegahan yang memadai," kata Shoigu, melansir Reuters 20 Mei.

Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pada Hari Senin, keanggotaan NATO Swedia dan Finlandia tidak menimbulkan ancaman bagi Rusia. Tapi ia memperingatkan, Moskow akan menanggapi jika aliansi meningkatkan infrastruktur militer di kedua negara.

Diketahui, pekan ini Finlandia dan Swedia secara resmi melamar keanggotaan NATO, sebuah langkah yang tidak terpikirkan sebelum invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari, melansir Euronews.

Finlandia berbagi perbatasan darat 1.300 km dengan Rusia, sedangkan pulau Gotland Swedia secara strategis penting di Laut Baltik, dan hanya 300 km dari eksklave Rusia Kaliningrad yang dimiliterisasi.

 

Artikel ini pernah tayang di VOI.ID dengan judul: Rusia Bangun 12 Pangkalan Militer Baru Gegara Finlandia-Swedia Daftar NATO, Menteri Pertahanan: Ancaman Meningkat

Selain Pangkalan Militer Rusia, ikuti berita dalam dan luar negeri lainnya hanya di VOI Sumut, Berita Sumatera Utara Terkini!