Perang Rusia-Ukraina Memanas, Presiden Zelensky TIdak Akan Melepas Wilayahnya
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. (Sumber: President.gov.ua)

Bagikan:

MEDAN - Kabar terbaru perang Rusia-Ukraina, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan pada Hari Minggu, jika Rusia melanjutkan referendum di wilayah pendudukan negaranya untuk bergabung dengan Rusia, tidak akan ada pembicaraan dengan Ukraina atau sekutu internasionalnya.

Menariknya, pasukan Rusia dan sekutu separatis sekarang menguasai sebagian besar wilayah di Donbas, Ukraina timur dan di wilayah selatan, setelah meluncurkan apa yang disebut Kremlin sebagai operasi militer khusus ke wilayah tetangganya.
Diketahui, para pejabat di kedua daerah telah mengangkat kemungkinan mengadakan referendum.

Melalui pidato video malamnya, Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan Kyiv berpegang teguh pada posisinya, untuk tidak memberikan wilayah ke Rusia.

Tidak Ada Kemajuan Perundingan Rusia-Ukraina

"Posisi negara kami tetap seperti dulu. Kami tidak akan melepaskan apa pun dari apa yang menjadi milik kami," tegas Presiden Zelensky, melansir Reuters 8 Agustus.

"Jika penjajah melanjutkan jalan pseudo-referendums, mereka akan menutup sendiri setiap kesempatan pembicaraan dengan Ukraina dan dunia bebas, yang jelas akan dibutuhkan pihak Rusia di beberapa titik," tandasnya.

Diketahui, pejabat Rusia dan Ukraina mengadakan beberapa sesi pembicaraan segera setelah pasukan Rusia melancarkan invasi mereka ke Ukraina pada Bulan Februari.

Tetapi, hanya sedikit kemajuan yang dicapai dan tidak ada pertemuan yang diadakan sejak akhir Maret, dengan masing-masing pihak saling menyalahkan atas penghentian kontak.

Pasukan Rusia menguasai sebagian besar wilayah Kherson di Ukraina selatan. Sementara, pejabat yang bertanggung jawab telah menyarankan referendum untuk bergabung dengan Rusia, dapat diadakan dalam beberapa minggu atau bulan mendatang.

Di Donbas, proksi Rusia merebut sebagian wilayah pada tahun 2014, mengadakan referendum kemerdekaan dan memproklamirkan "republik rakyat" di wilayah Luhansk dan Donetsk. Kremlin mengakui republik pada malam invasi Februari.

Sementara, gubernur wilayah Lughansk, hampir seluruhnya di bawah kendali Rusia selama beberapa minggu, menyarankan selama akhir pekan bahwa Rusia sedang mempersiapkan referendum baru di daerah yang baru direbut, menawarkan manfaat bagi penduduk untuk mengambil bagian.

 

Artikel ini pernah tayang di VOI.ID dengan judul: Rusia Lanjutkan Referendum di Wilayah yang Diduduki, Presiden Zelensky: Mereka Menutup Pembicaraan, Ukraina Tidak akan Melepas yang Dimiliki

Selain Perang Rusia-Ukraina, ikuti berita dalam dan luar negeri lainnya hanya di VOI Sumut, Berita Sumatera Utara Terkini!