Dahsyatnya Kekuatan Militer Israel, Punya Iron Dome yang Siap Hadapi 1.500-2.500 Roket Hizbullah Tiap Hari
Ilustrasi Iron Dome milik Israel. (Wikimedia Commons/Israel Defense Forces/Amit Agronov)

Bagikan:

MEDAN - Meskipun negara zionis Israel tidak punya niat berperang dengan Hizbullah Lebanon, namun negara yahudi tersebut siap menghadapi hinga 2.500 roket sehari dari kelompok bersenjata tersebut.

Pemaparan kekuatan militer negara Israel tersebut dijelaskan oleh seorang pejabat senior militer Israel kepada AFP.

Diketahui, pada Mei tahun ini, tentara Israel perang selama 11 hari melawan kelompok bersenjata Palestina di Jalur Gaza, yang menembakkan sekitar 4.400 proyektil ke arah negara itu.

Iron Dome Mampu Cegat 90 Persen Roket

Israel mengatakan, sistem pertahanan Iron Dome-nya, yang telah digunakan selama sekitar satu dekade, memiliki akurasi mampu mencegat 90 persen roket yang ditembakkan menuju daerah penduduk. Jumlah roket yang mengenai wilayah penduduk diklaim jumlahnya di bawah 300.

Tingkat tembakan melampaui yang terlihat dalam perang Israel tahun 2006 melawan Hizbullah, ketika jumlah roket yang sama diluncurkan dari Lebanon, tetapi dalam kurun waktu sekitar satu bulan, kata tentara Israel.

"Pada Bulan Mei, kota-kota seperti Tel Aviv dan Ashdod mengalami jumlah tembakan tertinggi terhadap mereka dalam sejarah Israel", kata Uri Gordin, Kepala Pasukan Komando Garis Depan militer Israel, mengutip France 24 dari AFP 17 Oktober.

"Kami melihat kecepatan lebih dari 400 roket ditembakkan ke Israel setiap hari," sambungnya.

Lebih jauh diterangkan olehnya, dalam kasus "konflik atau perang dengan Hizbullah, pihaknya memperkirakan lebih dari lima kali jumlah roket yang ditembakkan setiap hari dari Lebanon ke Israel.

"Pada dasarnya kami menghadapi antara 1.500 dan 2.500 roket yang ditembakkan setiap hari ke arah Israel," ungkapnya.

Dibentuk pada tahun 1992 setelah Perang Teluk pertama, Komando Garis Depan bertanggung jawab atas pertahanan sipil, yang berarti bertanggung jawab untuk mempersiapkan negara jika terjadi ancaman, konflik, atau bencana.

Unit itu dikritik terkait dengan perang 2006 melawan Hizbullah yang menewaskan lebih dari 1.200 warga Lebanon, sebagian besar warga sipil, dan 160 warga Israel, sebagian besar dari mereka adalah tentara.

Menurut Godin, perang itu membuat pihaknya meningkatkan unut penghubung yang sekarang aktif di 250 kota Israel, siap memberikan bantuan jika terjadi serangan. Memanfaatkan proyeksi komputer, mereka mampu memprediksi lintasan roket setelah diluncurkan.

"Selama konflik Gaza pada Bulan Mei, ini memungkinkan layanan darurat untuk menghadapi setiap insiden dalam waktu kurang dari lima menit," tukas Gordin dari ruang kendali markas besar unit di Ramla, dekat Tel Aviv.

 

Artikel ini pernah tayang di VOI.ID dengan judul: Tingkat Akurasi Iron Dome 90 Persen, Pejabat Militer Israel: Kami Siap Hadapi 1.500-2.500 Roket Hizbullah Setiap Hari

Selain Kekuatan Militer Israel, ikuti berita dalam dan luar negeri lainnya hanya di VOI, Waktunya Merevolusi Pemberitaan!