Apa Saja Syarat Ibadah Haji di Tengah Pandemi COVID-19?
Ilustrasi penerapan jarak sosial di Masjidil Haram selama pandemi COVID-19. (Wikimedia Commons/Prof. Mortel)

Bagikan:

MEDAN - Pemerintah Arab Saudi bersiap untuk menggelar rangkaian ibadah haji tahun 2021 yang akan dimulai pada Sabtu 17 Juli besok. Pihak berwenang mengatakan, jemaah haji akan tiba di Makkah mulai esok pagi.

Seperti tahun lalu, ibadah haji tahun ini masih digelar di tengah pandemi COVID-19. Pemerintah Arab Saudi pun sudah menyiapkan serangkaian ketentuan, untuk keamanan dan kenyamanan jemaah.

Aturan Ibadah Haji di Tengah Pandemi COVID-19

"Semua jemaah harus menuju ke empat titik berkumpul, di mana mereka akan naik bus ke masjid suci Mekah untuk memulai ibadah haji mereka," kata Mayor Jenderal Zayed Al Tuwan, komandan Pasukan Keamanan Haji, mengutip The National News Kamis 15 Juli.

Dari total 60 ribu jemaah tahun ini, sebagian besar akan tiba esok dan sisanya akan datang pada Hari Minggu 18 Juli. Untuk memenuhi kebutuhan 26 ribu perjalanan antara tempat-tempat suci selama musim haji tahu ini, Arab Saudi mempersiapkan 2.500 armada bus.

“Tidak ada yang diizinkan menggunakan mobil pribadi untuk pergi ke tempat-tempat suci, bahkan jika mereka memiliki izin haji. Setiap orang harus menggunakan bus yang ditugaskan," tegas Mayjen Al Tuwan.

Untuk memastikan jarak sosial, lingkaran tawaf di Masjidil Haram akan memiliki 25 jalur, masing-masing berjarak 1,5 meter. Lantai dasar dapat menampung hingga 4.770 jemaah sekaligus, dengan ruang untuk 1.000 lebih di tingkat kedua, dan 3.000 di tingkat ketiga.

Setelah tawaf al qudum, mengelilingi Ka'bah yang harus dilakukan oleh semua jemaah yang bepergian ke Makkah, seluruh jamaah akan menuju Mina dengan menggunakan bus yang telah disediakan.

Kelompok jemaah akan diberi kode warna, baik merah, hitam, hijau atau kuning, dan setiap kelompok memiliki bus yang ditunjuk dan akomodasi terpisah.

Pada tahun-tahun sebelumnya, orang bisa berjalan kaki dari Mina ke Arafah lalu ke Muzdalifah saat melakukan haji. Tahun ini, bus menjadi satu-satunya cara untuk berkeliling Makkah tahun ini.

Guna menjamin keamanan dan kenyamanan jemaah, pihak berwenang bekerja untuk memastikan tidak ada penyusup yang bisa masuk ke Masjidil Haram atau tempat suci lainnya. Kendati demikian, orang-orang masih diperbolehkan memasuki Makkah jika mereka tidak dalam keadaan Ihram.

"Semua titik masuk diamankan dengan mobil polisi dan petugas polisi. Bahkan lokasi yang jauh dari jalan-jalan utama dan pemukiman seperti lembah dan pegunungan yang sepi dan situs lainnya diamankan," ungkap Mayjen Al Tuwan.

"Kamera termal dan kamera pengintai juga telah ditempatkan di semua tempat suci di wilayah kerajaan," sambungnya, seraya menambahkan denda sebesar 10 ribu riyal menanti para pelanggar, dengan tidak tertutup kemungkinan hukuman penjara.

Tak hanya itu, anggota unit keamanan khusus juga akan ditempatkan di lebih dari 100 lokasi di sekitar kota suci, selain juga ditempatkan di titik keamanan di dalam Makkah dan titik masuk ke seluruh situs suci.

Serangkaian teknologi baru juga digunakan untuk mengkonfirmasi identitas jemaah haji tahun ini. Jika kartu identitas hilang, mesin sidik jari akan digunakan untuk mengkonfirmasi apakah seseorang adalah peziarah yang terdaftar atau tidak.

Sementara, izin haji elektronik telah dikeluarkan untuk jemaah haji selama beberapa tahun, bagi mereka yang bekerja untuk memfasilitasi haji, ini adalah tahun pertama mereka juga akan menggunakan izin elektronik, kata para pejabat.

 

Artikel ini pernah tayang di VOI.ID dengan judul: Besok Ibadah Haji Dimulai, Ini Sejumlah Ketentuan yang Harus Ditaati Jemaah di Tengah Pandemi COVID-19

Selain Syarat Ibadah Haji di Tengah Pandemi COVID-19, ikuti berita dalam dan luar negeri lainnya hanya di VOI, Waktunya Merevolusi Pemberitaan!