Wawancara dengan Sandiaga Uno soal Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Tengah Pandemi
Sandiaga Uno. (Dok.Kemenparekraf/DI; Raga/VOI)

Bagikan:

MEDAN – Pandemi COVID-19 sudah setahun lebih melanda dunia dan negeri tercinta ini. Kemunculannya telah mengacaukan nyaris semua sendi dan sektor kehidupan.

Salah satu sektor yang terdapak COVID-19 adalah pariwisata dan ekonomi kreatif yang kini dikomandoi oleh  Sandiaga Uno.

Menjabat Menteri Pariwisata dan  Ekonomi Kreatif, Sandiaga harus punya strategi dan siasat agar bisa bertahan dan menjadi pemenang di saat COVID-19 masih menjadi ancaman.

Sektor pariwisata yang padat karya diharapkan bisa menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi Indonesia. Seperti apa strategi dan kiatnya? Sandiaga berbagi cerita kepada tim VOI.ID.

Wawancara VOI Bersama Sandiaga Uno

Sektor pariwisata diharapkan membantu kebangkitan ekonomi di tengah pandemi, seperti apa strategi Anda dan tim di Kemenparekraf?

Ancaman dan dampak pandemi COVID-19 ini begitu dahsyat dan amat menyulitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Menurut data yang saya pegang 34 juta orang lebih yang menggantungkan hidupnya dari sektor ini. Kami sedang berupaya keras menjadikan pariwisata dan ekonomi kreatif agar bisa menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi di masa pandemi ini.

Pandemi mendikte kita untuk menerapkan cara-cara baru dalam dunia pariwisata. Dan tren terkini dalam pariwisata yang berbasis nature (alam) dan culture (budaya) yang berkualitas dan berkelanjutan.

Dari segi infrastruktur kami menyiapkan sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Enviromental Sustainability) dari Kemenparekraf RI untuk  pelaku industri pariwisata. Ini semua jaminan untuk kenyamanan dan keamanan bagi wisatawan yang datang di destinasi wisata.

Begitu juga untuk sumber daya manusianya. Ini semua kita bentuk dalam payung besar dengan nama Indonesia Care disingkat I Do Care. Langkah ini harus diikuti dengan langkah kolaborasi dan adaptasi.

Ada lima destinasi wisata super prioritas yang kita canangnya;  Danau Toba (Sumatera Utara), Borobudur (Jawa Tengah), Mandalika (NTB), Labuan Bajo (NTT) dan Likupang (Sulawesi Utara).

Lima destinasi tersebut yang akan dipersiapkan sebagai gerbong dalam mendorong pertumbuhan dan kebangkitaan ekonomi. Salah satu yang menjadi unggulan kita adalah desa wisata.

Karena tren pariwisata ke depan di tengah pandemi ini adalah wisata alam dan budaya serta yang berbasis ekonomi kreatif.

Kami yakin desa wisata yang tersebar lebih dari 1000 titik dan akan terus berkembang. Ini yang akan menjadi arah baru kebijakan pariwisata kita yang lebih  customize personalize, localize dan smaller in size.

Saya mendorong  semua insan di Kemenparekraf dan mitra kerja untuk ikut mendukung program ini dan menjadi lokomotif kebangkitan dan pemulihan ekonomi. Kita juga bikin Anugerah Desa Wisata 2021. Ini juga bertujuan memotivasi dan memberikan apresiasi kepada mereka yang sudah bekerja keras dan ini bisa menjadi contoh buat yang lain.

Artikel wawancara ini dimuat secara lengkap di VOI.ID dengan judul: Eksklusif, Siasat Sandiaga Uno Perjuangkan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Tengah Pandemi Corona.

Selain Wawancara dengan Sandiaga Uno, ikuti berita dalam dan luar negeri lainnya hanya di VOI, Waktunya Merevolusi Pemberitaan!