Bagikan:

JAKARTA - Mendapatkan tidur yang cukup penting untuk menjaga kesehatan, kesejahteraan, dan kemampuan Anda untuk beraktivitas sepanjang hari. Selama Bulan Suci, jadwal tidur normal tentu dapat terganggu oleh pertemuan sosial dan aktivitas, yang sering kali berlangsung hingga larut malam.

Hal ini dapat mengubah kebiasaan tidur dan makan serta menyebabkan insomnia. Selain itu bisa juga mengganggu jam biologis tubuh dan memengaruhi kesehatan secara umum dalam sejumlah cara, yakni;

Sakit kepala dan perubahan suasana hati

Tubuh mempertahankan ritme sirkadian atau jam internal 24 jam yang memainkan peran penting saat tertidur dan bangun. Setiap perubahan dalam pola tidur Anda dapat mengganggu ritme ini, yang sering kali mengakibatkan perubahan suasana hati seperti mudah marah. Dan dampaknya bagi sebagian orang yaitu lebih rentan terhadap sakit kepala dan migrain.

Dampak pada fungsi kognitif

Mendapatkan istirahat cukup membantu berpikir jernih, menyimpan dan mengingat informasi, serta membantu pengambilan keputusan. Ketika tidak cukup tidur, Anda jadi lebih sulit untuk berkonsentrasi dan memberikan perhatian penuh, waktu reaksi melambat, bahkan kemampuan kreatif dan pemecahan masalah dapat terpengaruh.

Penambahan berat badan

Pimpinan Program Kesejahteraan Pengasuh di Cleveland Clinic Abu Dhabi, Dr. Muneer Alobeidli, mengatakan, “kurang tidur menyebabkan perubahan pada hormon yang mengendalikan nafsu makan dan rasa lapar. Selain rasa lapar, kurang tidur dapat memengaruhi pengambilan keputusan Anda dalam hal apa yang akan dimakan, yang sering kali menyebabkan keinginan mengonsumsi makanan berlemak, manis, dan meningkatkan kemungkinan penambahan berat badan.

Tips tidur lebih baik selama Ramadan

Cobalah tidur lebih nyenyak

Jam tidur yang panjang lebih bermanfaat daripada tidur siang pendek beberapa kali untuk mendapatkan waktu istirahat cukup. Cobalah tidur setidaknya 4 jam di malam hari setelah berbuka, sebelum bangun untuk sahur dan subuh, lalu kembali tidur selama beberapa jam sebelum bangun untuk hari berikutnya.

Coba atur pola tidur

Coba rencanakan rutinitas tidur yang disesuaikan untuk Ramadan sehingga Anda tidur dan bangun pada waktu yang hampir sama setiap hari. Ini akan membantu tubuh Anda mendapatkan ritme tidur lebih nyenyak.

Tidur siang sebentar

Tidur siang sebentar selama 20 menit di sore hari dapat memulihkan energi dan tingkat fokus yang menurun. Setel alarm karena tidur berlebihan dapat membuat Anda merasa pusing dan bahkan lebih mengantuk daripada sebelum tidur siang.

Perhatikan apa yang Anda makan dan minum

Hindari makan makanan berat, berlemak, atau manis saat berbuka. Tidur Anda dapat terganggu karena tubuh bekerja lembur mencerna makanan. Makanan yang sangat pedas juga bisa menjadi kabar buruk bagi tidur nyenyak karena dapat menyebabkan gas dan mulas. Menghindari kafein selama beberapa jam sebelum tidur juga dapat membantu tidur nyenyak.

Lingkungan tidur yang tepat

Ruang tenang dan gelap sangat ideal untuk memulai dan mempertahankan tidur. Hindari penggunaan perangkat elektronik seperti ponsel, laptop, dan TV menjelang tidur karena penelitian menunjukkan bahwa cahaya biru dari layar dapat mengganggu kualitas tidur.