JAKARTA – Sekelompok ilmuwan menemukan exoplanet atau planet di luar tata surya yang hancur karena bintangnya. Ada dua exoplanet yang hancur dan meninggalkan jejak puing yang terlihat mirip dengan komet.
Mengutip dari laporan Sciencealert, kedua planet ini merupakan bagian dari planet berperiode sangat pendek (USP). Orbitnya sangat cepat dan USP biasanya sangat dekat dengan bintangnya. Oleh karena itu, kedua planet ini hancur karena panas yang sangat tinggi.
Selain tidak sanggup menahan material dari bintangnya, radiasi bintang dan gravitasi bisa menjadi faktor pendorong kehancuran USP. Untungnya, dua kelompok astronom berhasil menemukan USP yang biasanya sulit untuk diamati karena begitu dekat dengan bintangnya.
Kelompok peneliti pertama dari TESS MIT membuat makalah berjudul Planet Berbatu yang Terurai dengan Ekor Mirip Komet yang Menonjol di Sekitar Bintang yang Cerah. Salah satu exoplanet yang hancur ini bernama BD+054868Ab dan ditemukan oleh wahana TESS.
Planet ini mengorbit katai K terang dengan periode 1,27 hari. Sebelum mengalami kehancuran, pada astronom berhasil melihat tanda-tanda kerusakan pada planet tersebut. USP ini membentuk ekor menjelang kehancurannya, satu di tepi depan dan satu di tepi belakang.
Ukuran partikel di setiap ekornya juga berbeda karena kandungannya. Ekor di bagian depan mengandung debu yang lebih besar, sedangkan ekor di bagian belakang mengandung butiran debu yang lebih halus.
"Kecepatan penguapan planet ini benar-benar dahsyat, dan kita sangat beruntung bisa menyaksikan jam-jam terakhir planet yang sekarat ini'," Kata Marc Hon, penulis utama makalah di Kantor Sains TESS MIT.
Hon menjelaskan bahwa ekor debu dari planet BD+054868Ab itu menguap dengan cepat dan ukurannya sangat besar. Panjang debunya mencapai 9 juta kilometer dan mengelilingi lebih dari setengah orbit planet setiap 30 setengah jam. Planet ini diperkirakan akan hancur total hanya dalam beberapa juta tahun.
BACA JUGA:
Planet berikutnya adalah K2-22b yang diamati menggunakan MIRI milik JWST. Berdasarkan hasil penelitian, planet ini memiliki profil asimetris. Awan debu dari K2-22b terlihat di depan bintang, menunjukkan bahwa planet tersebut memiliki ekor yang memanjang seperti komet.
Inti temuan ini memang hampir sama dengan planet BD+054868Ab, yakni memiliki ekor yang menunjukkan kehancuran planet. Keduanya menumpahkan isi perut mereka ke luar angkasa dan terlihat dengan jelas dari sejumlah teleskop, salah satunya James Webb.
Masih banyak yang perlu dipelajari dari kedua planet ini, baik menggunakan teleskop James Webb milik NASA maupun teleskop canggih lainnya. Para ilmuwan ingin mempelajari komposisi planet tersebut untuk mengetahui bahan pembuatan exoplanet yang mengorbit bintang selain Matahari.