Jadi Prioritas, Kawasan Wisata Danau Toba Juga dapat Dukungan Mapala UI dan TPL
Mapala UI dan TPL. (ANTARA/HO)

Bagikan:

MEDAN - Kawasan Wisata Danau Toba ditetapkan menjadi prioritas pemerintah dalam pengembangan pariwisata. Kemudian mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) di tahun 2021 melakukan Kembara Banoa Toba yaitu ekplorasi pengembangan pariwisata di Danau Toba, Sumatera Utara.

Kegiatan penelusuran potensi wisata alam dan kebudayaan di Danau Toba yang dilakukan oleh Mapala UI ini bertujuan mengumpulkan titik lokasi atraksi yang memiliki nilai jual pariwisata.

Lokasi-lokasi tersebut tersebar cukup banyak di sekitar Danau Toba, mulai dari titik atraksi wisata minat khusus seperti lokasi pemanjatan tebing, terjun payung, wisata pengarungan danau, dan juga penggalian keunikan budaya yang diyakini memiliki nilai edukasi dan keelokan sosial-budaya masyarakat suku asli.

Kawasan Wisata Danau Toba Menyimpan Banyak Potensi

Menilik situasi dan kondisi pandemi COVID-19 yang sedang melanda penjuru negeri dan seluruh dunia, akan sangat disayangkan jika potensi wisata budaya dan alam yang kaya tersebut tidak dapat dikunjungi dengan aman.

Maka dari itu program vaksinasi di destinasi wisata perlu dilakukan bagi pelaku usaha dan ekonomi kreatif serta masyarakat umum terkhusus di kawasan Danau Toba yang menjadi salah satu dari lima destinasi wisata prioritas. Dengan tujuan menjaga imunitas masyarakat di daerah-daerah wisata yang cukup rentan tertular karena ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Mapala UI menjalin kerjasama dengan PT Toba Pulp Lestari, Tbk (TPL) salah satu perusahaan besar yang beroperasi di kawasan wisata Danau Toba, diyakini Abror mampu berperan besar dalam membantu pengembangan masyarakat sekitar.

Kerjasama tersebut sepakat menghasilkan program penyelenggaraan Vaksinasi Booster Tahap III kepada masyarakat di kawasan Danau Toba yang dimana wilayah tersebut juga berada di area sektor operasional perusahaan yaitu Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Samosir dan Kabupaten Simalungun.

Vaksinasi Booster yang diinisiasi oleh TPL dan Mapala Universitas Indonesia (UI) ini bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara dan Pemerintah masing-masing wilayah.

Total berjumlah 7300 Unit, PT TPL juga mendukung sepenuhnya operasional dan fasilitas kegiatan sehingga dapat berjalan dengan lancar. Pelaksanaan dukungan Vaksinasi sudah berjalan di 2 Kabupaten, yaitu dengan rincian tanggal 25 – 26 Januari 2022 di Tapanuli Utara 1300 Unit (Kecamatan Muara) dan tanggal 26 – 29 Januari 2022 di Samosir 6000 Unit (Kecamatan Simanindo, Pangururan dan sekitar). Pelaksanaan Vaksinasi Booster ini dijadwalkan akan berlangsung hingga 09 Februari 2022, rencananya untuk Kabupaten Simalungun akan dilakukan di wilayah wisata Pematang Sidamanik.

Muhammad Abror, selaku Koordinator Vaksinasi dari 8 orang anggota tim Mapala UI, menyebutkan bahwa kegiatan ini juga bersifat studi sosial dimana hal ini sebagai bentuk perwujudan Tridharma Perguruan Tinggi, yang mengingatkan bahwa sebagai pemuda, banyak kontribusi yang bisa dilakukan.

Seperti yang dilakukan sekarang, dengan menelisik ke berbagai wilayah Indonesia untuk mengenal lebih dekat potensi yang ada serta kendala apa yang menghalangi. Dengan tujuan akhir dapat mengumpulkan informasi sebagai rekomendasi bagi para pemangku kepentingan, untuk membantu peningkatan wisata di daerah tersebut.

“Masyarakat sebagai pelaku wisata harus menjadi yang terdepan menyadari pentingnya vaksinasi untuk memperkuat imun sebagai faktor pendukung aktivitas wisata berjalan dengan baik di masa pandemi Covid – 19. Masyarakat pelaku wisata, keluarga serta mereka yang berdomisili di sekitar obyek wisata memang menjadi target utama vaksinasi untuk pariwisata," kata Abror saat menggelar vaksinasi di Kabupaten Samosir, Sabtu (29/01/2022).

Menurutnya, pelaku wisata dan keluarganya, lanjut Abror, harus sehat dan bersih sehingga mampu menjadi representasi wisata yang sehat. Vaksinasi di dunia pariwisata diharapkan mampu mendorong keinginan masyarakat yang belum divaksin menjadi mau divaksin. Pihaknya pun menargetkan sasaran masyarakat dan pelaku wisata di sekitar kawasan Danau Toba.

"Kami berharap ini menjadi bagian dari mempersiapkan destinasi wisata untuk bisa kembali menerima kunjungan wisatawan dengan aman, dengan sehat dan nyaman tentunya," jelas Abror.

Community Development (CD) Manager, Ramida Siringo-ringo, menyebut pariwisata menjadi salah satu urat nadi kawasan wisata Danau Toba. Ditambahkan Ramida, bahwa dengan dilakukannya Vaksinasi Booster ini akan mendukung mobilitas dan aktivitas di sektor pariwisata di masa pandemi semakin lebih baik.

"Pariwisata merupakan wajah kita yang bisa dilihat secara konkret dan nyata oleh masyarakat luar. Masyarakat di sekitar destinasi wisata selayaknya sudah divaksin agar siap menjadi tuan rumah bagi para wisatawan apabila nanti destinasi wisata sudah bisa beroperasi normal sehingga roda ekonomi masyarakat berputar kembali," jelas Ramida mengakhiri.

Selain Kawasan Wisata Danau Toba, ikuti berita dalam dan luar negeri lainnya hanya di VOI Sumut, Berita Sumatera Utara Terkini!