Tegas! Sanksi bagi Tentara yang Menolak Vaksin di Amerika adalah Dipecat
Ilustrasi vaksinasi militer AS di Guam. (Wikimedia Commons/Travis Simmons)

Bagikan:

MEDAN - Terdapat sanksi bagi tentara yang menolak vaksin khususnya Angkatan Darat Amerika Serikat. Tidak tanggung-tanggung prajurit yang menolak akan dipecat. Hal tersebu merupakan sebagai langkah penting untuk menjaga kesiapan tempur militernya.

Perintah Angkatan Darat berlaku untuk tentara reguler Angkatan Darat, cadangan Angkatan Darat aktif dan taruna, kecuali mereka yang permohonan pengecualiannya sudah disetujui, atau tengah dalam proses pengajuan pengecualian.

Semua Prajurit Telah Menerima Minimal 1 Dosis Vaksin

Sebagian besar dari semua pasukan tugas aktif telah menerima setidaknya satu dosis. Meski demikian, ada sekitar 79 personel militer berseragam di berbagai layanan telah meninggal karena virus corona baru.

"Kesiapan tentara tergantung pada tentara yang siap untuk melatih, menyebarkan, berperang, dan memenangkan perang bangsa kita. Prajurit yang tidak divaksinasi menimbulkan risiko bagi pasukan dan membahayakan kesiapan," kata Sekretaris Angkatan Darat Christine Wormuth, mengutip Reuters 3 Februari.

Sikap tegas pemecatan prajurit yang menolak vaksiansi COVID-19 di tengah pandemi oleh Angkatan Darat, sejalan dengan kebijakan Pentagon yang mewaibkan seluruh prajurit dan personelnya pada Agustus 2021 lalu.

Setelah menetapkan aturan COVID-19 untuk pekerja federal, Presiden Joe Biden mengarahkan Pentagon untuk melihat 'bagaimana dan kapan' akan mengharuskan anggota militer untuk mengambil vaksin.

"Saya sangat mendukung rencana Departemen Pertahanan, untuk menambahkan vaksin COVID-19 ke daftar vaksinasi yang diperlukan untuk anggota layanan kami selambat-lambatnya pertengahan September," ujar Presiden Biden dalam sebuah pernyataan tahun lalu.

Sebelum Angkatan Darat, Angkatan Udara Amerika Serikat sudah mulai memecat anggotanya yang menolak vaksinasi COVID-19 pada Desember 2021 lalu. Sedikitnya ada 27 prajurit aktif yang dipecat ketika itu.

Ann Stefanek, juru bicara Angkatan Udara, mengatakan pasukan diberi kesempatan untuk menjelaskan mengapa mereka menolak untuk divaksinasi, tetapi tidak satupun dari mereka diberikan pengecualian. Untuk diketahui, Angkatan Udara dan Luar Angkasa Amerika Serikat memiliki sekitar 326.000 personel tugas aktif.

Artikel ini pernah tayang di VOI.ID dengan judul: Pecat Prajuritnya yang Tolak Vaksin COVID-19, Angkatan Darat AS: Prajurit yang Tidak Divaksin Menimbulkan Risiko

Selain Sanksi bagi Tentara yang Menolak Vaksin, ikuti berita dalam dan luar negeri lainnya hanya di VOI Sumut, Berita Sumatera Utara Terkini!