Wabah PMK Mengkhawatirkan, Ternak di Tapanuli Selatan Aman
Dinas Pertanian Tapanuli Selatan memeriksa kesehatan sapi dan kondisi kandang di Kecamatan Angkola Selatan, Minghgu (15/5) di tengah mulai mewabah nya penyakit mulut dan kuku pada ternak akhir ini. (ANTARA/HO-dokumen pribadi)

Bagikan:

MEDAN -  Populasi ternak di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara dinilai masih jauh ancaman (aman) dari wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).

"Hasil pemeriksaan ke kandang-kandang ditemukan masih aman," kata Kadis Pertanian Tapsel Bismark Muaratua kepada ANTARA, Minggu (15/5).

Belum ada ternak yang positif PMK

Didampingi Kabid Peternakan Ahmad Parlaungan Nasution, Bismark katakan, pihaknya belum ada menemukan ternak terindikasi dan gejala PMK.

Pun demikian, lanjutnya, seluruh peternak telah dianjurkan melakukan penyemprotan disinfektan (sanitasi) kandang.

"Mudah-mudahan langkah antisipasi dini melalui sanitasi, ternak-ternak di Tapsel tidak terjangkit PMK," katanya.

Sesuai data terakhir tahun 2021, dikatakan, jumlah populasi ternak di seluruh 15 kecamatan se Tapsel terdapat 3.436 ekor sapi potong, kerbau 737 ekor kuda 29 ekor.

Terbesar populasi ternak berada di Kecamatan Angkola Sangkunur sebanyak 1.400 ekor didominasi sapi potong, disusul Kecamatan Angkola Timur 535 ekor, dan Kecamatan Batang Toru 513 ekor, Kecamatan Angkola Selatan 328 ekor, Kecamatan Muara Batang Toru 234 ekor, Kecamatan Batang Angkola 112 ekor, dan selebihnya di bawah angka seratus ekor.

"Untuk kambing populasi tertinggi di Kecamatan Batang Angkola mencapai 1.488 ekor, susul Kecamatan Sayur Matinggi 1.379 ekor," tambahnya.

 

Selain Wabah PMK, ikuti berita dalam dan luar negeri lainnya hanya di VOI Sumut, Berita Sumatera Utara Terkini!