Polisi di Medan Tangkap Bandar Sabu, Malah Kena Massa Warga
FOTO VIA ANTARA

Bagikan:

MEDAN - Malang benar nasib Personel Satuan Reskrim Polres Labuhanbatu, Polda Sumatera Utara (Sumut) ini, niatnya mau menangkap bandar sabu malah dilempari warga. 

Kejadian lucu tersebut terjadi di Desa Tanjung Sarang Elang, Kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhanbatu.

"Penangkapan tersebut dilakukan setelah melakukan pengembangan di Medan dan Tanjung Balai," kata Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu AKP Martualesi Sitepu, mewakili Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan, Minggu 17 Oktober.

Petugas Mendapat Perlawanan dari Masyarakat

Katanya, anggota polres saat itu sedang menangkap bandar narkoba yang sudah menjadi target, yaitu RNH (35), warga Desa Tanjung Sarang Elang, Kabupaten Labuhanbatu yang diamankan Senin (11/10) sekitar pukul 21.00 WIB.

Namun, di depan rumah bandar narkotika itu, petugas mendapat perlawanan dari pihak keluarga dan warga masyarakat sekitar dengan melakukan pelemparan serta

pengadangan terhadap personel.

"Kami tetap menangkap bandar sabu-sabu tersebut," ujarnya.

Martualesi mengatakan, tersangka itu ditangkap berdasarkan pengembangan dari seorang kaki tangannya MK (31), warga Tanjung Haloban Negeri Lama yang ditangkap dengan cara undercover buy (polisi menyamar pembeli) di Simpang Jawi-Jawi, Desa Selat Besar Panai Hulu.

Dari kedua tersangka disita barang bukti berupa narkotika jenis sabu-sabu seberat 5,66 gram, uang tunai Rp1.550.000, lima unit handphone, satu unit sepeda motor Yamaha RX King.

Keterangan tersangka sudah dua tahun lebih terlibat dalam peredaran narkoba dengan keuntungan setiap hari Rp600.000 hingga Rp1.000.000.

"Kedua tersangka melanggar Pasal 114 subsider Pasal 112 juncto Pasal 132 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara," katanya lagi.

Artikel ini pernah tayang di VOI.ID dengan judul: Lagi Tangkap Bandar Sabu, Polisi Malah Ditimpuk Warga

Selain Polisi di Medan Tangkap Bandar Sabu, ikuti berita dalam dan luar negeri lainnya hanya di VOI, Waktunya Merevolusi Pemberitaan!