Viral Ustaz Khalid Basalamah Ingin Musnahkan Wayang, Emang Haram?
Wayang (Foto: Pexels)

Bagikan:

MEDAN - Viral wayang dari sudut pandang Islam yang disampaikan Ustaz Khalid Basalamah menjadi polemik.

Dalam kajiannya, Khalid menyebut wayang perlu dimusnahkan jika ingin tobat dari tradisi yang dianggap tidak sesuai dengan ajaran Islam.

Pemaparan tersebut menyulut reaksi budayawan dan tokoh agama lainnya. Melalui Instagram-nya, Gus Miftah mengajak masyarakat untuk menonton wayang.

Gus Miftah dan Sujiwo Tejo Bereaksi Keras

Gus Miftarh juga menyertakan video wayang yang sedang dimainkan almarhum Ki Seno Nugroho di mana ia berpesan bahwa semua agama mengajarkan kebaikan dan bersyukur.

“Katanya ada yang menganggap wayang haram dan minta wayang dimusnahkan, nanggap wayang yuk,” kata Gus Miftah.

Sujiwo Tejo yang banyak diminta keterangan pun angkat suara lewat media sosial. Menurutnya, orang-orang menanggapi sesama yang level keagamaannya setara. Ia juga memberi pesan agar semua orang bisa menghapus bayangan sendiri sebelum menghapus wayang.

"Sebab beragama juga ada semester-semesternya. Orang-orang yang beragamanya semester-semester doktoral, sebaiknya tak menanggapi orang-orang yang beragamanya semester TPB (tingkat pertama bersama)," kata Sujiwo Tejo.

Ustaz Khalid Basalamah Memberi Klarifikasi

Akhirnya, Ustaz Khalid Basalamah memberikan klarifikasi atas pernyataannya terkait persoalan wayang. Lewat kanal YouTube Khalid Basalamah Official, dijelaskan maksud atas pernyataan mengenai wayang yang belakangan ramai jadi bahasan.

"Saya pada saat ditanyakan masalah wayang, alangkah baiknya dan kami sarankan agar menjadikan Islam sebagai tradisi, jangan menjadikan tradisi sebagai Islam dan tidak ada kata-kata saya di situ mengharamkan. Saya mengajak agar menjadikan Islam sebagai tradisi. Makna kata-kata ini juga, kalau ada tradisi yang sejalan dengan Islam, tidak masalah dan kalau ada yang bentrok dengan Islam, ada baiknya ditinggalkan. Ini sebuah saran," katanya dikutip Kamis, 17 Februari.

Penjelasan Buya Yahya

Sebenarnya, persoalan wayang dalam sudut pandang Islam sudah pernah dijelaskan oleh Buya Yahya ketika ia mendapat pertanyaan dari salah seorang jamaah yang diunggah melalui akun YouTube pribadinya Buya Yahya pada 9 November 2020.

"Sebelum adanya Islam sudah ada wayang, lalu para ulama dari Walisongo ini ingin bagaimana membawa wayang ini sebagai sarana untuk berdakwah, tujuannya adalah berdakwah," kata Yahya sebagaimana dikutip Kamis, 17 Februari.

"Wayang itu adalah budaya yang disukai dan banyak orang berkumpul di situ. Karena itu Para Wali memanfaatkan untuk dakwah. Kalau Dewa itu kan Tuhan selain Allah, cuma di situ telah dikemas oleh para ulama-ulama itu, bagaimana agar kesyirikan dalam dunia pewayangan sudah tidak ada," tuturnya.

"Dari segi keyakinan mereka luar biasa para ulama, cerdas mereka di dalam mengislamkan budaya," imbuhnya.

Untuk wujud wayang tidak utuh karena bentuknya sudah dipipihkan. Gambar tidak berbentuk (berjasad seperti patung) ini masih menjadi ikhtilaf atau silang pendapat di antara ulama.

"Urusan bentuk wayang mereka juga ngerti, didiskusikan para ulama patung adalah haram, makanya mereka penyet jadi menjadi tipis bukan bentuk berjasad," jelas Buya Yahya.

Buya menegaskan jika ingin tetap mempelajari seni, maka apapun bentuknya, ceritanya harus tetap disisipkan tentang pesan Allah. "Dewa dewi itu sekedar kisah dan tidak dianggap Tuhan," tegasnya.

Artikel ini pernah tayang di VOI.ID dengan judul: Buya Yahya Sudah Jelaskan Wayang Tidak Haram Bahkan Sebelum Ustaz Khalid Basalamah Sebut Wayang Perlu Dimusnakan

Selain Ustaz Khalid Basalamah, ikuti berita dalam dan luar negeri lainnya hanya di VOI Sumut, Berita Sumatera Utara Terkini!