Album Terbaru Audrey Tapiheru Bertajuk LoveLock, Apa Daya Tawarnya?
Audrey (Sony Music Entertainment Indonesia)

Bagikan:

MEDAN - Lama rehat, penyanyi Audrey Tapiheru muncul lagi dengan merilis sebuah EP perdana berjudul LoveLock. Album tersebut adalah karya terbaru setelah melepas lagu Daisy pada September 2019.

Album ini berisi tiga lagu yang memiliki kesinambungan antara satu sama lain yaitu proses seseorang dalam menemukan cintanya. Tiga lagu ini adalah Dime, Menanti-Nanti, dan Constantly You.

Lagu Dime yang ia nyanyikan bersama Popsickle terdengar sangat R&B ala tahun 2000-an. Ternyata Audrey sangat terinspirasi dari era tersebut.

Apa yang Membuat Audrey Tapiheru Merilis LoveLock?

“Kalau lagu, memang aku mencintai era tahun 2000-an, era R&B, hip hop gitu, Aku awalnya ingin bikin musik yang kayak gitu sampai akhirnya pas brainstorm sama Gamaliel, dia tanya apa yang aku mau, apa yang aku suka,” kata Audrey pada acara sesi dengar virtual di hari Senin, 20 September.

Sang kakak sekaligus rekannya di grup GAC, Gamaliel Tapiheru kembali membantunya dalam membuat LoveLock. Lagu-lagu dalam LoveLock juga ada yang sudah dibuat sejak tahun 2019 sehingga Audrey hanya memolesnya di tahun ini.

"Waktu di GAC kan ada tiga kepala, jadi nggak mungkin aku bisa ngeluarin semuanya yang aku mau. Makanya ini adalah momen yang tepat untuk aku menunjukkan diri," jelasnya Audrey.

Dibanding Gamaliel dan Cantika, Audrey tidak merasa ada tekanan dengan merilis karya setelah dua tahun. “Aku percaya kalau kita kerjainnya juga jujur akan ada warna yg keluar. Kenapa harus pressure?” jawab Audrey.

Adapun album LoveLock akan dilepas dalam perilisan single-by-single. Lagu pertamanya, Dime bisa didengarkan mulai hari ini, 22 September secara digital. Sementara untuk lagu Menanti-Nanti dan Constantly You akan dirilis pada 6 dan 20 Oktober mendatang.

 

Artikel ini pernah tayang di VOI.ID dengan judul: Rehat Dua Tahun, Audrey Tapiheru Tampil Baru Lewat Album LoveLock

 

Selain Album Terbaru Audrey Tapiheru, ikuti berita dalam dan luar negeri lainnya hanya di VOI, Waktunya Merevolusi Pemberitaan!