Awal Mula Sejarah Konflik antara Irak dan Iran
Remaja Iran yang dijadikan prajurit perang (Sumber: Wikimedia Commons)

Bagikan:

MEDAN - Perang antara Iran dan Irak adalah konflik militer yang sudah berlangsung sejak 1980-an. Awal mula konflik antara Irak dan Iran yaitu pada tanggal 22 September1980, dimulai dengan penyerbuan perbatasan Iran.

Penyerbuan dari pinggir Irak bukan tanpa alasan. Di situ ada wilayah kaya minyak bernama Khuzestan. Invasi kemudian meluas dengan merebut Kota Khorramshahr beberapa bulan kemudian.

Mengutip Britannica, selain daerah penghasil minyak, Khuzestan juga merupakan wilayah yang sebagian besar dihuni oleh etnis Arab. Melihat hal tersebut, Irak menganggapnya sebagai usaha memperluas bentuk kekuasaan.

Kekhawatiran Saddam Hussein akan Hasutan Pemerintah Iran

Presiden Irak Saddam Hussein juga ingin menegaskan kembali kedaulatan Irak atas tepian Shaṭṭ al-Arab, sebuah sungai yang terbentuk dari pertemuan Sungai Tigris dan Sungai Efrat yang secara historis merupakan perbatasan antara Iran dan Irak.

Saddam Hussein juga saat itu khawatir akan upaya pemerintah Iran yang menghasut pemberontakan mayoritas Syiah Irak. Dengan menginvasi Iran, Irak mengambil keuntungan dari kekacauan tersebut dan mengisolasi pemerintahan Iran. Irak juga berhasil mendemoralisasi dan membubarkan pasukan bersenjata reguler Iran.

Tetapi kemajuan Irak terhenti ketika Iran melakukan perlawanan keras. Iran menambah milisi revolusioner untuk pasukan angkatan bersenjata reguler. Pada 1981, Iran mampu melancarkan serangan balasan dan pada awal 1982, Iran mendapatkan kembali hampir semua wilayah yang sebelumnya direbut Irak.

Pada akhir 1982, pasukan Irak ditarik ke garis perbatasan sebelum perang, Irak pun berusaha mengajukan perdamaian. Namun Iran di bawah kepemimpinan Ruhollah Khomeini, yang memiliki permasalahan pribadi yang kuat terhadap Saddam Hussein, bersikeras melanjutkan perang dalam upaya untuk menggulingkan pemimpin Irak.

Konflik panjang Irak dan Iran

Perlawanan Iran yang bisa mengimbangi Irak membuat konflik berkepanjangan. Kedua belah pihak melancarkan serangan udara dan rudal terhadap kota-kota, daerah militer, fasilitas perminyakan serta transportasi. Hal tersebut mendorong AS dan negara Barat lainnya mengirim kapal perang ke Teluk Persia untuk mengatur produksi minyak ke pasar global.

Kedua pihak terus unjuk kekuatan. Meski Iran dapat kembali mengambil alih wilayahnya, tapi persenjataan canggih Irak dan pasukannya elitnya yang terlatih masih terus membayangi.

Ditambah lagi Irak juga mendapat sokongan Arab Saudi, Kuwait, dan negara-negara Arab lain. Selain itu negara-negara barat termasuk AS juga diam-diam disebut turut mendukung Irak.

Artikel ini pernah tayang di VOI.ID dengan judul: Irak Menginvasi Iran Lalu Menciptakan Konflik Berkepanjangan dalam Sejarah Hari Ini 22 September 1980

Selain Sejarah Konflik antara Irak dan Iran, ikuti berita dalam dan luar negeri lainnya hanya di VOI, Waktunya Merevolusi Pemberitaan!