Banyak Akun Buzzer di Twitter, Perusahaab Klaim Hanya 5 Persen di Platformnya
Twitter Inc., mengaku saat ini memiliki 229 juta pengguna. (foto; dok. pixabay)

Bagikan:

MEDAN - Perusahaan media sosial Twitter Inc memperkirakan dalam pengajuan pada Senin, 2 Mei bahwa akun palsu atau spam mewakili kurang dari 5% dari pengguna aktif harian yang dapat dimonetisasi selama kuartal pertama.

Diketahui, perusahaan media sosial itu mengaku saat ini memiliki 229 juta pengguna yang dilayani iklan di kuartal pertama.

Ada pengaruh ketika Elon Musk masuk Twitter

Pengungkapan itu terjadi beberapa hari setelah CEO Tesla Inc Elon Musk, yang telah menandatangani kesepakatan untuk membeli Twitter seharga 44 miliar dolar AS (Rp636,6 triliun), men-tweet bahwa salah satu prioritasnya adalah menghapus "bot spam" dari platform.

Twitter mengatakan dalam pengajuan itu menghadapi beberapa risiko sampai kesepakatan dengan Musk ditutup, seperti apakah pengiklan akan terus membelanjakan uangnya di Twitter dan "potensi ketidakpastian mengenai rencana dan strategi masa depan kami."

Twitter sendiri sempat mendapatkan tuduhan telah membesar-besarkan jumlah penggunanya di platform tersebut. Namun akhirnya perusahaan mengakui kesalahan itu. Mereka mengatakan kesalahan itu dari cara menghitung beberapa akun aktif ketika mereka semua terikat pada satu pengguna.

Artikel ini pernah tayang di VOI.ID dengan judul: Twitter Akui Akun Palsu dan Spam Hanya Terdapat 5 Persen di Platformnya

Selain Akun Buzzer di Twitter, ikuti berita dalam dan luar negeri lainnya hanya di VOI Sumut, Berita Sumatera Utara Terkini!