Kisah Inggit Garnasih yang Rela Jualan Rokok Demi Sukarno
Soekarno bersama Inggit di Bengkulu (Sumber: Commons Wikimedia)

Bagikan:

MEDAN - Inggit Garnasih adalah wanita dengan jasa besar bagi kemerdekaan Indonesia. Semasa hidupnya, Inggit tak cuma berstatus sebagai istri Soekarno, tapi juga tulang punggung keluarga.

Segala daya upaya dilakukan Inggit, termasuk berjualan, dari bedak, jamu hingga rokok. Inggit jadi pendukung utama Soekarno dalam sekolah dan banyak aktivitas politik. Lewat sumbangsihnya Inggit dikenal dengan gelar “Ibu Kemerdekaan.”

Inggit Garnasih Selalu Menemani Sukarno ketika Susah

Pengorbanan Inggit kepada Soekarno dan bangsa itu begitu besar. Inggit yang beberapa tahun lebih tua dari Bung Karno laksana ditakdirkan sebagai pemberi kekuatan kepada Putra sang Fajar ketika menghadapi situasi berat di zaman pergerakan.

Semua itu karena Inggit bukan orang baru di dalam dunia pergerakan. Tercatat, Inggit pernah menjadi anggota Sarekat Islam (SI) Bandung. Sebagai anggota aktif, Inggit bersama suaminya terdahulu (Haji Sanusi), pernah bahu-membahu berjuang mewujudkan cita-cita bangsa merdeka.

Bahkan ketika Inggit memilih Soekarno sebagai pengganti haji sanusi, semangat perjuangan terus diemban oleh Inggit. Termasuk ketika orasi-orasi Bung Karno yang anti kolonialisme mulai mengganggu telinga pemerintah kolonial Belanda.

Dalam rangka menjaga ketentraman, Bung Karno di tahan di Penjara Benceuy (1928), kemudian dilanjutkan ke Penjara Sukamiskin (1930). Inggit tak ingin melewati fase itu cuma untuk menunggu dalam ketidakpastian. Inggit justru bergerak membantu sang suami.

Inggit Garnasih dalam buku "Kisah-Kisah Istimewa Inggit Garnasih" (2020) yang disusun Deni Rachman

“Untuk mendukung perjuangan sang suami, Bu Inggit melakukan segalanya mulai dari menjual bedak, meramu jamu, bahkan hingga menjadi penjahit kutang. Semua itu dengan ikhlas dijalaninya untuk menafkahi keluarganya. Bu Inggit sudah cukup bangga dengan semangat Bung Karno yang tidak pernah padam mengobarkan semangat juang di dada para pemuda Indonesia pada waktu itu. Sepasang pengantin baru tersebut saling melengkapi,” ujar Abraham Panumbangan dalam buku The Uncensored of Bung Karno (2016).

Di dalam kondisi yang melarat itu Inggit selalu memiliki cara untuk mendukung perjuangan Bung Karno. Setiap ada kesempatan mengunjungi suaminya di Sukamiskin, Inggit selalu menyempatkan diri datang dua kali seminggu.

Sekalipun ekonominya lagi sengsara, Inggit tetap memaksakan diri untuk membesuk sekaligus memberikan Soekarno uang di dalam penjara. Saking kuatnya semangat Inggit, ia rela memaksakan diri berjalan kaki karena tidak memiliki ongkos untuk menyewa kendaraan dari Jalan Jaksa ke Sukamiskin.

Artikel ini pernah tayang di VOI.ID dengan judul: Inggit Garnasih Jualan Rokok Demi Bung Karno dan Perjuangannya.

Selain Kisah Inggit Garnasih, ikuti berita dalam dan luar negeri lainnya hanya di VOI, Waktunya Merevolusi Pemberitaan!