Luhut Datang ke Malang, Polisi: Sejauh Ini Tak Ada Aksi Demo
Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Irfan Meidianto/VOI)

Bagikan:

MEDAN - Menteri Kordinator Maritim dan Investasi Luhut Pandjaitan dijadwalkan akan datang ke Malang untuk melakukan peninjauan tempat isolasi terpadu, dan pelaksanaan vaksin massal, Jumat, 13 Agustus.

Beberapa hari sebelumnya, beredar selebaran mengatasnamakan GERAM Malang yang mengajak melakukan demo menolak kedatangan Luhut. Surat pemberitahuan aksi yang rencananya dilakukan di Simpang Empat Kayu Tangan Heritage atau Jalan Basuki Rahmat, Kota Malang tersebut.

Luhut Datang ke Malang, Polisi Lakukan Pengamanan

Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto mengatakan, sejauh ini, tidak ada aksi tersebut di Malang. Meski demikian, polisi tetap melakukan pengamanan di lokasi yang akan dihadiri Luhut.

"Sejauh ini enggak ada aksi mas. Tapi kita tetap siapkan pengamanan baik jalur dan di lokasi yang  dikunjungi," ujar Budi dihubungi VOI, Jumat, 13 Agustus.

Pihak kepolisian sedang menyelidiki selebaran tersebut dan membuka komunikasi dengan GERAM untuk mengetahui maksud dan tujuannya. Budi menambahkan, kepolisian juga membuka audiensi terkait hal tersebut.

"Kami selidiki selebaran tersebut dan komunikasikan dengan aliansi GERAM maksud dan tujuannya, agar bisa diaudiensi saja oleh polresta Malang kota," tambahnya.

Terpisah, Juru Bicara Kemenko Marves Jodi Mahardi juga mengatakan, acara tetap berjalan dan tidak ada demo seperti yang ada di selebaran tersebut.

Dia menambahkan, rangkaian agenda ini juga turut dihadiri sejumlah pejabat, termasuk petinggi TNI dan Polri. Di Malang, Luhut akan menghadiri peninjauan beberapa lokasi isolasi terpadu, peninjauan vaksinasi, peninjauan RS lapangan, dan rakor penanganan COVID-19 di Malang Raya.

"Tidak ada demonya Mas. Agenda berjalan lancar," katanya dihubungi VOI.

 

Artikel ini pernah tayang di VOI.ID dengan judul: Polisi: Sejauh Ini Tak Ada Aksi Demo Tolak Luhut di Kota Malang

Selain Luhut Datang ke Malang, ikuti berita dalam dan luar negeri lainnya hanya di VOI, Waktunya Merevolusi Pemberitaan!