Alasan Dominasi Taliban di Afghanistan Berkembang Cepat
Ilustrasi militer Afghanistan. (Wikimedia Commons/U.S. Department of Defense Current Photos)

Bagikan:

MEDAN - Kamis lalu, 12 Agustus, seorang pejabat pertahanan AS membocorkan informasi intelijen yang memprediksi seberapa cepat Taliban dapat merebut Kabul: 90 hari.

Hasilnya jauh lebih cepat dari perkiraan. Waktu itu Kabul masih di bawah kuasa militer Afghanistan, memang. Dan pejabat anonim itu masih menyiratkan keyakinan militer Afghanistan dapat menangani Taliban.

"Tapi ini bukan kesimpulan yang sudah pasti," katanya.

Afghanistan mengalami kesulitan melakukan rekrutmen anggota keamanan

Secara teori, pasukan keamanan Afghanistan seharusnya tak semudah ini digulung. Jumlah mereka lebih dari 300 ribu, terdiri dari angkatan darat, udara serta kepolisian. Apalagi mengingat sesumbar para jenderal Inggris dan AS soal peran mereka membangun tentara Afghanistan yang kuat selama 20 tahun keterlibatan mereka dalam konflik di wilayah tersebut. 

Tapi ternyata menurut catatan Afghanistan mengalami kesulitan melakukan rekrutmen anggota keamanan. Tentara dan polisi mencatat riwayat buruk soal kematian, desersi, dan korupsi. Yang ketiga jadi krusial. Banyak komandan pasukan dilaporkan mengklaim anggaran untuk membangun pasukan. Padahal sejatinya tak pernah dilakukan. Istilah ini dikenal "tentara hantu."

Dikutip BBC, Special Inspector General for Afghanistan Reconstruction (SIGAR) melapor dampak serius dari korupsi terhadap ketahanan militer Afghanistan ke hadapan Kongres AS. SIGAR juga menyoroti akurasi data tentang pasukan Afghanistan yang bermasalah. Padahal dalam darurat militer data semacam ini amat penting untuk menentukan strategi.

Ada analisis menarik tentang kenapa pasukan militer Afghanistan amat lembek mempertahankan sebuah wilayah. Konon banyak pasukan dikirim ke wilayah, di mana mereka tidak memiliki relasi suku dan kekeluargaan. Kondisi mental seperti ini krusial dan diyakini jadi penyebab kenapa banyak pasukan dengan mudah meninggalkan pos tanpa melakukan perlawanan.

Kekuatan Taliban sendiri diprediksi berjumlah 60 ribu orang, merujuk data Pusat Pemberantasan Terorisme AS di West Point. Sisi Taliban juga diperkuat dengan kelompok milisi dan satuan pendukung lain. Maka total pasukan di sisi Taliban diprediksi lebih dari 200 ribu orang. Masalah lain dari sisi Afghanistan adalah perpecahan faksi politik di tingkat lokal.

Presiden Ashraf Ghani sendiri telah meninggalkan Afghanistan. Tak diketahui pasti ke mana ia pergi. Namun kelompok media terkemuka di Afghanistan, Tolo News menyebut Ashraf Ghani pergi ke Tajikistan. Ashraf Ghani juga telah mengakui kemenangan Taliban dan menyatakan menyerahkan tanggung jawab Taliban atas masa depan Afghanistan.

"Taliban telah menang dengan penghakiman pedang dan senjata mereka, dan sekarang bertanggung jawab atas kehormatan, properti dan pertahanan diri warga negara mereka," kata Ghani dalam sebuah pernyataan yang diunggah ke Facebook mengutip CNA, Minggu, 15 Agustus.

"Mereka sekarang menghadapi ujian sejarah baru. Entah mereka akan mempertahankan nama dan kehormatan Afghanistan atau mereka akan memprioritaskan tempat dan jaringan lain," tambahnya, seraya mengatakan dia pergi untuk mencegah 'banjir pertumpahan darah.'

Warga Afghanistan mengaku kecewa dengan sikap Ashraf Ghani. Ratusan ribu kini mengungsi. Menurut Stephane Dujarric, Juru Bicara Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres ada 390 ribu orang Afghanistan telah lari mencari perlindungan. Ini jadi lonjakan besar perpindahan orang sejak Mei. Banyak pengungsi hidup di tempat terbuka.

"Meski situasi keamanan memburuk, badan-badan kemanusiaan tetap berada di lokasi dan mengirimkan bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan, yang jumlahnya mencapai 7,8 juta orang dalam enam bulan pertama tahun ini," kata Dujarric, dilansir Anadolu Agency, Kamis, 12 Agustus.

"Kemampuan PBB dan LSM lokal dan internasional untuk memberikan bantuan tergantung pada birokrasi oleh para pihak, keamanan staf, dan dana tambahan yang segera dimobilisasi," tambah Dujarric.

Artikel ini pernah tayang di VOI.ID dengan judul: Memahami Cepatnya Pergerakan Taliban dan Apa yang Terjadi di Afghanistan

Selain Alasan Dominasi Taliban di Afghanistan Berkembang Cepat, ikuti berita dalam dan luar negeri lainnya hanya di VOI, Waktunya Merevolusi Pemberitaan!