Kisah Sengsara Yesus, Jumat Agung, dan Makna di Baliknya
Ilustrasi Yesus disalib (Foto- Unsplash/Christoph Schmid)

Bagikan:

SUMATERA UTARA – Hari ini seluruh umat Kristiani sedang melakukan peringatan Jumat Agung, di mana adalah bagian dari Trihari Paskah. Sebelumnya kita telah memeringati Kamis Putih, dan besok ada Sabtu Teduh dan Minggu Paskah.

Peringatan Paskah adalah perjalanan melalui maut dan memasuki hidup. Atau sebagaimana tertulis seperti perjalanan umat Israel melalui Laut Merah dan Sungai Yordan menuju ke Hidup di Tanah Perjanjian.

Simbol Jumat Agung

Salib berwarna putih dan mahkota duri berwarna kuning (di atas warna dasar hitam) adalah simbol dari peringatan Jumat Agung. Berikut ini gambarnya.

Simbol Jumat Agung (Gambar- gpibkelapagading.org)

 

Makna simbol Jumat Agung di atas merujuk pada pada kematian dan penderitaan yang dirasakan Yesus. Salib dan mahkota duri adalah lambang penderitaan sebelum kematian Yesus.

Lambang tersebut bermakna kejamnya perlakuan yang Yesus terima hingga ajal di tiang kayu Salib, atau bermakna sebagai akibat dari dosa manusia. Simbol Jumat Agung juga bermakna kemuliaan yang akan Yesus terima setelah penderitaan-Nya.

Kisah Sengsara Yesus dari Yerussalem hingga Kematian-Nya

Umat Kristiani menyakini Kisah Sengsara Yesus merupakan periode akhir mulai dari kunjunga. Yesus ke Yerusalem hingga penyaliban-Nya di Gunung Kalvari. Peristiwa tersebut adalah klimaktik utama dalam sejarah umat Kristiani.

Peristiwa Kesengsaraan Yesus tercatat dalam Alkitab, yang dimulai dari petanda yang didapatkan oleh Bunda Maria dan beberapa peristiwa lanjutan di antaranya Yesus dielu-elukan di Yerusalem, Ekaristi Yesus dalam Perjamuan Terakhir, kepergian Yesus ke Taman Getsemani, hingga penangkapan Yesus.

Lukisan 'The Last Supper' karya Leonardo Da Vinci. (Wikimedia)

 

Penangkapan Yesus dimulai ketika dirinya menyampaikan Amanat Perpisahan kepada murid-murid-Nya dan menyanyikan nyanyian pujian. Yesus lantas pergi ke Bukit Zaitun.

Kemudian Yesus dan murid-murid-Nya pergi ke seberang sungai Kidron dan masuk ke sebuah taman yang bernama Getsemani. Ketika Yesus berdoa datanglah Yudas Iskariot beserta pasukannya yang lantas menangkap Yesus.

Yesus Dibawa ke Pengadilan Pontius Pilatus

Yesus dibawa oleh para imam Sanhedrin ke pengadilan Pontius Pilatus sebagaimana tercatat dalam Injil Yohanes—membawa Yesus dari rumah Kayafas ke gedung pengadilan.

Lukisan ketika Yesus menghadap Pilatus karya Mihály Munkácsy, 1881. (Gambar- Wikimedia)

 

Dalam Yohanes 18:28-32, pada waktu itu hari masih pagi dan para pembawa Yesus tidak masuk ke gedung pengadilan. Kemudian Pilatus keluar dan bertanya perihal kesalahan Yesus.

18:29, Sebab itu Pilatus keluar mendapatkan mereka dan berkata: “Apakah tuduhan kamu terhadap orang ini?" 18:30, jawab mereka kepadanya: "Jikalau Ia bukan seorang penjahat, kami tidak menyerahkan-Nya kepadamu!"

18:31, kata Pilatus kepada mereka: "Ambillah Dia dan hakimilah Dia menurut hukum Tauratmu." Kata orang-orang Yahudi itu: "Kami tidak diperbolehkan membunuh seseorang."

18:32, demikian hendaknya supaya genaplah firman Yesus, yang dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana caranya Ia akan mati.

Kemudian di dalam Yohanes juga dijelaskan bagaimana cara Yesus mati tidak dirajam sebagaimana adat Yahudi, namun disalib sesuai dengan hukum Romawi.

Jumat Agung, Puncak Kesengsaraan, Kematian Yesus

Setelah diadili di Pengadilan Pontius Pilatus, Yesus kemudian diolok-olok kemudian berjalan ke Golgota dengan memikul salib, hingga dirinya disalib. Yesus kemudian meninggal pada sore hari pukul 3 sore atau sebelum jam 6 malam.

Dalam Matius (27:51), Markus (15:38), dan Lukas (23:45) tercatat pada waktu yang sama domba Paskah disembelih di Bait Suci dan tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah.

Kemudian terjadilah gempa bumi (Matius 27:51), selanjutnya dalam Yohanes 19:31-34 diceritakan momen penurunan Yesus dari salib, berikut ringkasannya.

Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib—karena Sabat adalah hari yang besar. Lalu datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan (19:31).

Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus (19:32).

Namun ketika para prajurit sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya (19:33).

Akan tetapi, seorang di antara prajurit itu menikam lambung Yesus dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air (19:34).

Dilansir dari laman GPIB Kelapa Gading, Jumat Agung adalah peringatan kematian Yesus ketika disalib di Golgota.

Makna dari penyaliban Yesus adalah jika dirinya rela mengorbankan tubuh dan darah guna untuk menebus dan menyelamatkan manusia dan seisi alam raya, Yesus adalah seorang Saksi yang setia (Why. 1:5; 3:14)

Selain Jumat Agung dan Kisah Sengsara Yesus, ikuti berita dalam dan luar negeri lainnya hanya di VOI, Waktunya Merevolusi Pemberitaan!